Wednesday, March 15, 2006

Sejarah Ringkas Tentang Penulis

Yusra Habib Abdul Ghani

Tahun 1979-1980, memperoleh beasiswa mengikuti Program pendidikan Asisten Advokad di Jakarta.

Tahun 1983, beliau menjabat Sekjen Lembaga Penyuluhan Hukum Mahasiswa Indonesia dan menjabat sebagai Ketua I dalam Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia.

Tahun 1983, menyelesaikan study pada Fakultas Hukum UMJ

Tahun 1984, lulus dari Universitas Indonesia dalam bidang study Hukum Perdata. Tahun 1995 menjadi Sekretris Jurusan Hukum Pidana pada Fak. Hukum UMJ

Tahun 1984-1990, menjadi Dosen pada Fakultas Hukum UMJ dan aktif sebagai nara sumber dalam berbagai diskusi tentang ke-Islaman. Selain itu, tulisan beliau tentang Hukum sering dimuat dalam Suratkabar di Jakarta. Mendirikan kantor Advokad bersama lima orang kawannya di Jakarta.

Tahun 1990, menyelamatkan diri ke Malaysia. Selama menetap di Malaysia (1990-1998), beliau memimpin Majalah Politik "SUARA ACHEH MERDEKA" dan artikel beliau sering dimuat dalam Tabloit HARAKAH di Kuala Lumpur, Malaysia. Selain itu, menulis buku: Remaja di Persimpangan Jalan, yang rencananya akan diterbitkan oleh Balai Pustaka Malaysia, Malapetaka di Bumi Sumatera, yang kemudian oleh Kejaksaan Agung RI dinyatakan sebagai buku terlarang dibaca di Indonesia tahun 1995-1996.

Tahun 1996, dilantik oleh Tengku Tjhik di Tiro Hasan Muhammad, sebagai salah seorang Anggota Komite Perlindungan Pelarian Politik Acheh di Malaysia. Pada 27 April 1998, beliau ditangkap oleh Kepolisian Malaysia di Johor Baru, atas tuduhan bahwa aktivitas beliau mengancam keamanan, politik dalam dan luar Negeri Malaysia, dan ditahan dibawah Inter Security Act (ISA).

Pada 29 Juni 1998, belilau diberangkatkan oleh UNHCR ke Denmark sebagai pelarian politik.

Tahun 1999, belilau menulis buku: MENGAPA SUMATERA MENGGUGAT yang kini sudah beredar di Indonesia. Belaiu aktif menulis tentang Acheh dan berpikir merdeka.

Tahun 2000, pembicara dalam acra Diskusi dan Pameran tentang Acheh di Kôln, Jerman.

Tahun 2001, salah seorang wakil Acheh Merdeka dalam Sidang UNPO di Tallin, Estonia.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home