Saturday, May 20, 2006

KOMPLEK BERSEJARAH KUBURAN RAJA-RAJA PASAI


KOMPLEK KUBURAN RAJA-RAJA PASAI
Lokasi Desa Blang Mee Kec.Samudera (15 Km dari Kota Lhokseumawe)

******************************************



NISAN SULTAN MALIKULSALEH

Arti yang terpatri pada batu nisan Sultan Maliku Saleh: "Ini kubur adalah kepunyaan almarhum hamba yang dihormati, yang diampuni, yang taqwa, yang menjadi penasehat, yang terkenal, yang berketurunan, yang mulia, yang kuat beribadah, penakluk, yang bergelar dengan Sultan Malikul Salih". (Tanggal wafat, bulan Ramadhan tahun 696 Hijrah/1297 Masehi)
Pada bagian belakang terpatri: Sesungguhnya dunia ini fana. Dunia ini tiadalah kekal Sesungguhnya dunia ini ibarat sarang yang ditenun oleh laba-laba Demi sesungguhnya memadailah buat engkau dunia ini.Hai orang yang mencari kekuatan. Hidup hanya untuk masa pendek saja . Semua orang di dunia ini tentu akan mati.
****************************************************************
MATA UANG KERAJAAN SAMUDERA PASAI DARI MASA KE MASA BAHAN DASAR: EMAS


















I. ALKISAH peri mengatakan ceritera yang pertama masuk agama Islam ini Pasai; maka ada diceritakan oleh orang yang empunya ceritera ini negeri yang di bawah angin Pasai-lah yang pertama membawa iman akan Allah dan akan Rasul Allah. .........(etc.) ...

II. Maka diceritakan oleh orang yang empunya ceritera sekali persetua pada zaman Nabi Muhammad Rasul Allah salla'llahu 'alaihi wassalam tatkala lagi hayat hadhrat yang maha mulya itu, maka sabda ia pada sahabat baginda di Mekkah, demikian sabda baginda:

"Bahwa ada sepeninggalku itu ada sebuah negeri di bawah angin Samudra namanya. Apabila ada didengar kabar negeri itu maka kami suruh kamu sebuah kapal membawa perkakas dan kamu bawa ia orang dalam negeri masuk agama Islam serta mengucap dua kalimah syahadat.

Syahdan lagi akan dijadikan Allah Subhanahu wa ta'ala dalam negeri itu terbanyak dari pada segala wali Allah jadi dalam negeri itu. Adapun pertama ada seorang fakir di negeri Mengiri namanya. Ia itulah kamu bawa serta kamu ke negeri Samudra itu".
Maka tersebutlah perkataan Merah Silu ... (etc.)

Hatta maka beberapa lamanya kemudian dari pada hasrat Nabi salla'llahu'alaihi wassalam wafat, maka terdengarlah kabarnya kepada syarif yang di Mekkah ada suatu negeri di bawah angin bernama Samudra. Maka oleh khalifah syarif, maka ia menyuruh sebuah kapal akan membawa segala perkakas alat kerajaan ke negeri Samudra. ... (etc.)

Adapun Sultan Muhammad itu daripada anak cucu hadrat Abu Bakar al-Siddik radhi Allahu'anhu. Maka sultan menyuruh hantarkan segala makan-makanan dan segala nikmat akan Syekh Ismail. Setelah sudah sampailah segala makan-makanan itu sultan pun merajakan seorang anaknya yang tuha di negeri Mengiri itu akan gantinya kerajaan. Maka baginda dua beranak dengan anaknya yang muda itu memakai pakaian fakir meninggalkan kerajannnya turun dari istananya lalu naik kapal itu. Maka katanya kepada orang dalam kapal itu:
"Kamu bawa hamba ke negeri Samudra itu".
Maka pada hati orang yang dalam kapal itu:
"Bawa inilah fakir yang seperti sabda Rasul Allah salla'lahu'alaihi wassalam itu".
Maka fakir itu pun dibawanyalah naik ke kapal itu lalu berlayar; hatta maka beberapa lamanya di laut. Sebermula maka bermimpi Merah Silu, dilihatnya dalam mimpinya itu ada seorang-orang menumpang dagunya dengan segala jarinya dan matanya ditutupnya dengan empat jarinya, demikian katanya:
"Hai Merah Silu, ujar olehmu dua kalimah Syahadat".
Maka sahut Merah Silu:
"Tiada hamba tahu mengucap akan dia". Maka ujarnnya:
"Bukakan mulutmu".
Maka dibukakannya Merah Silu maka diludahinya mulut Merah Silu itu rasanya lemak manis.Maka ujarnya akan Merah Silu:
"Hai Merah Silu, engkaulah Sulatan Malikul Saleh namamu sekarang. Islamlah engkau dengan mengucap dua kalimah syahadat itu dan segala binatang yang hidup lagi halal engkau sembelih maka kau makan dan yang tiada disembelih jangan kau makan. Sebermula dalam empat puluh hari lagi ada sebuah lagi ada sebuah kapal datang dari Mekkah. Barang segala katanya dan barang segala perbuatannya yang berpatutan dengan segala pekerjaan agama Islam orang yang dalam kapal itu, janganlah engkau lalui dan hendaklah engkau turut barang pengajarannya".
Maka ujar Merah Silu:
"Siapakah tuan hamba ini?"
Maka sahut suara dalam mimpi itu:
"Akulah Nabi Muhammad Rasul Allah salla'llahu 'alaihi wassalam yang di Mekkah itu.
" Maka ditinggalkannya tangannya daripada dagunya itu.
Maka sabda Rasul Allah s.a.w. akan Merah Silu itu:
"Tunduklah engkau ke bawah."
Maka tunduklah Merah Silu ke bawah serta jaga ia dri tidurnya. ...ยด(etc.)
... (etc.)

Sebab itulah maka dinamai Samudra itu negeri Darussalam, karena tiada sekaliannya orang itu dengan digagahinya dan dengan tiada dimusakatkannya dan tiada dengan diperlelahkannya pada mengerjakan kerja mauk agama Islam. ... (etc.)

III. Setelah itu maka Sultan Malikul Mahmud itulah kerajaan di Pasai dan Sultan Malikul Mansur itulah kerajaan di Samudra itu. Maka kedua negeri yang kedua itu pun terlalu ramai dan memberi segala rakyat dalam negeri itu dan beberapa dari pada gajah dan kuda ... (etc.) Maka terdengarlah warta masa itu ke diri raja Siam, maka raja Siam pun menyuruh melengkap perahu sekira-kira seratus buah banyaknya besar kecil akan mendatangi negeri Pasai. ... (etc.) Maka pad kedua pihak lasykar itu banyaklah mati dan luka ... (etc.)


Maka daripada sangat dharab perang itu jadi gembitalah maka daripada kedua pihak layskar itu banyaklah mati dan luka. Bermula panglimanya yang bernama Talak Sejang itu kena panah di dadanya terus ke belakangnya lalu matilah ia. Maka sorak orang Pasai pun gemuruh seperti tegar. Kemudian dari itu maka patahlah perang rakyat Siam lalu lari membuang belakang cerai berai tiada berketahuan; yang lari ke darat habis dibunuh oleh orang Pasai dan yang lepas ke laut itu lalu naik ia ke perahunya lalu ia berlayar pulang menuju negeri Siam. Maka sultan pun kembalilah ke istananya, dengan kemenangan dan dengan sukacitanya. ... (etc.)

IV. Hatta maka beberapa lamanya dalam kerajaan, maka pada suatu masa datang sebuah kapal Keling dari benuanya. Maka ada seorang Yogi (ahli Yoga) dibawanya dalam kapal keling itu, terlalu amat sakti Yogi itu. ... (etc.)

V. Alkisah, maka tersebutlah perkataan Tuan Puteri Gemerencang, anak Ratu Majapahit di negeri Jawa, karena Tuan Puteri itu tiada bersuami, sebab ia hendak bersuamikan daripada segala anak raja yang bijaksana dan perkasa. Maka Tuan Puteri itu ... (etc.)


Sebermula yang sudah tertulis itu ada kira-kira sembilan puluh sembilan orang yang sudah tertuliskan oleh Tun Perpatih Cin itu, hingga masuklah ia ke negeri Pasai. Demi ... (etc.)


Maka Tuan Puteri pun minta do'a lah kepada Allah subhanhu wata'ala, demikian bunyinya:
"Ya ilahi, ya rabbi, matikanlah kiranya hambamu dan tenggelamkan ghurab (kapal) hambamu dalam lalut Jambu Air ini dan pertemukan kiranya hambamu dengan Tun Abdul Jalil itu.
" Hatta maka dengan takdir Allah Ta'ala, maka ghurab itu pun tenggelamlah dalam laut itu ... (etc.)

VI. Alkisah, maka tersebutlah perkataan selang beberapa lamanya maka sang Nata memberi titah kepada Patih Gajah Mada dan Temenggung Macan Legara dan Demang Siang Perkuasa dan Senapati Anglaga. ... (etc.)

SURAT / TULISAN PADA MASA KERAJAAN SAMUDERA PASAI


PETA TERITORIAL KERAJAAN SAMUDERA PASAI



TOPOLOGI KERAJAAN SAMUDERA PASAI

0 Comments:

Post a Comment

<< Home